 |
| RSJ Sambang Lihum |
Senin, 28 Maret 2016 Gubernur Kalimantan Selatan, H.
Sahbirin Noor secara resmi mencanagkan Program Hijau Ramah Lingkungan RSJ
Sambang Lihum. Pencanangan ini berbarengan dengan peresmian 2 pilot project
Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di RSJ Sambang Lihum dan Rumah Potong
Hewan di Banjarmasin oleh Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan
Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Pencanangan program hijau ramah lingkungan ini ditandai
dengan penanaman pohon beringin oleh Gubernur yang diberi nama “Beringin Paman
Birin” , pohon ini dikelilingi oleh pohon trembesi.
Gubernur sangat mendukung program ini karena searah dengan
visi dan program unggulan yang ditawarkannya saat maju dalam pilgub kemaren.
Ada 3 tempat yang harus memberikan kesan asri, nyaman, sejuk, dan indah, yaitu
rumah, jalan (khususnya jalan dari rumah menuju tempat kerja), dan tempat
kerja. “jika tiga tempat ini asri, nyaman, sejuk dan indah hidup kita akan
tenang, dapat bekerja dengan tenang dan beristirahat dengan nyaman” tambahnya.
Selanjutnya, RSJ Sambang Lihum juga beruntung karena menjadi
salah satu pilot project IPAL di Kalimantan Selatan. Menurut Direktur
Utama RSJ Sambang Lihum, dr. Dharma Putra sangat bersyukur dengan adanya IPAL
ini, karena akan membangun peradaban baru. Dimana membuang sampah tidak lagi
sembrangan atau harus sesuai, jika tidak maka bisa membuat pipa meledak. Dengan
adanya IPAL ini pula banyak memberikan manfaat, selain dapat memanfaatkan
limbah, mengurangi pencemaran lingkungan, dan dapat menghasilkan biogas yang
saat ini sudah dimanfaatkan untuk bahan bakar kegiatan di kantin rumah sakit.
Sementara itu menurut Dirjen Pengendalian Pencemaran dan
Kerusakan Lingkungan, pembangunan pilot project IPAL RSJ Sambang Lihum
oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerjasama dengan Pemerintah
Provinsi Kalimantan Selatan dan rumah sakit itu sendiri. Pembangunan ini juga
ditunjukkan untuk mendukung tercapainya Indeks Kualitas Air (IKA) sampai tahun
2019 sebesar 55.
“Berdasarkan hasil survey dan pendekatan penghitungan
kapasitas tempat tidur sebanyak 465 buah yang akan menghasilkan air limbah
sebanyak 139.500 liter atau 139,5 m3 perhari yang akan menghasilkan BOD sebesar
27.613 ton per tahun. Dengan adanya IPAL ini, beban pencemar di RSJ Sambang
Lihum dapat diturunkan sebesar 21.613 BOD ton per tahun” tambahnya.
Setelah pencanangan dan peresmian ini. Gubernur bersama
rombongan dan tamu undangan meninjau secara langsung pelayanan dan kondisi RSJ
Sambang Lihum, serta IPAL yang baru saja diresmikan.